PROPOSAL USAHA TANAMAN HIAS "AGLAONEMA"
oleh :
ARIANI
SMA NEGERI 5 KENDARI
SULAWESI TENGGARA, INDOENSIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Aglaonema, sri rezeki, atau chinese evergreen merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies.
Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan
tropis,
tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban
tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium
(Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan
floem yang tersusun secara acak.
Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat
menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh
berbeda dari spesies alami.
Orang indonesia
menamakan tanaman ini dengan nama SRI REJEKI karena tanaman ini setelah di tanam
dan hidup dan mengluarkan tunas baru maka orang yang menanam terserbut akan
mendapat rejeki yang banyak ini mitos orang indonesia. Yang jelas kalau
kita berkerja maka akan mendapat rejeki dan sebaliknya.
Ini yang menakutkan
teryata tanaman hias sri rejeki beracun yang lumayan mematikan, karena getahnya
mengandung kristal oksalat yang bentuknya seperti jarum
tapi harus mengunakan mikroskop untuk bisa melihatnya. Maka tanaman hias
ini sangat berbahaya apa lagi kalau sampai kena mulut, lidah, tengorokan bisa
bengkak apa lagi yang terkena daerah tengorokan yang luka bisa sesak napas dan
berakhir dengan kematian bila pertolongan telat.
Tanaman sri rejeki atau
aglaonema sangat berbaya untuk anak kecil apa bila sampai tertelan,
biasanya anak – anak kecil yang baru bisa berjalan yang dimana yang
namanya anak – anak tidak tahu apa- apa dan suka mencoba hal – hal baru dan
pengawasan ibu yang kurang, sebaiknya bila mempunyai anak – anak untuk tanaman
jenis ini bisa di letakan agak jauh dari tempat bermain anak – anak atau bisa
di letakan yang dimana anak – anak tidak bisa menjangkau. Tanaman ini juga
bahaya buat orang dewasa bukan hanya anak kecil saja maksutnya untuk orang
dewasa tingkat kekebalan kesehatan tubuh sudah kuat tapi tidak menutup
kemungkinan bisa berujung kematian bila tidak di tindak lanjuti secara cepat
dan tepat.
Sifat dari tanaman aglaonema beragam, ada yang dapat
terkena sinar matahari dan ada juga yang harus ternaungi, sebagian aglaonema
dapat hidup ditempat lembab dan sebagian lagi ditempat sedikit kering, tanaman
aglaonema tergolong bandel, mudah dirawat dan cocok dijadikan tanaman indoor,
apalagi aglaonema terkenal dengan motif daunnya yang indah.
Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan
aglaonema yang optimal adalah lokasi, cahaya, kelembaban dan suhu.
Lokasi yang ideal untuk merawat sri rejeki adalah daerah
yang berketinggian 300-400 m diatas permukaan laut, namun tidak menutup
kemungkinan juga dapat tumbuh baik di dataran rendah, sesuai habitatnya
aglaonema menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas, intensitas
sinar matahari berkisar antara 10-30%.
Kelembapan yang cocok untuk merawat aglaonema adalah
50-70%, di kisaran itu tanaman tumbuh baik, lebih dari 75% dapat menyebabkan
tumbuhnya cendawan pada media tanam, selain itu juga sisa suhu menunjang
pertumbuhan, lokasi sebaiknya bersuhu 28-30 C pada siang hari dan 20-22 C malam
hari dan dibantu juga dengan sirkulasi udara yang baik.
Untuk memiliki tanaman aglaonema yang tumbuh sehat
dan baik diantaranya adalah dengan menggunakan media dengan komposisi yang pas,
media dengan tingkat keasaman/pH dan porotisitas (Porous) yang ideal sangat
baik untuk pertumbuahn aglaonema, media tanam aglaonema juga harus steril,
yaitu bebas dari penyakit, tidak mudah lapuk dan hancur karen air, mudah
diperoleh dan harganya terjangkau, aglaonema dapat tumbuh dengan baik pada
media denagn pH 7 atau disebut juga pH netral yang kaya akan zat hara, angka pH
dengan selisih 0,5-1 masih dianggap pH ideal.
Porous artinya mudah mengeluarkan kelebihan air, tingkat
porotisitas yang dibutuhkan pada media tanam sangat dipengaruhi oleh faktor
lingkungan, yaitu ketinggian dan hujan rendah, media tanam sebaiknya
harus bisa menahan air sehingga media tidak kekeringan, sebaliknya didataran
tinggi yang umumny sering hujan sebaiknya menggunakan media dengan porositas
tinggi agar kelebihan air mudah dikeluarkan.
Berikut macam jenis unsur yang digunakan untuk media
tanam sri rejeki, yang tentunya dengan tingkat porositas yang berbeda dengan
kekurangan kelebihan masing-masing, kombinasi beberapa unsure media dapat
digunakan sesuai dengan kebutuhan dan factor lingkungan :
- Pakis,
sekam bakar, pasir malang, humus (1;1;1;1)
- Pakis,
pasir malang, sekam bakar, cocopeat (2;1;1;1)
- Pakis,
sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2;1;1;1)
- Cocopeat,
sekam bakar kompos organic (5;3;2)
- Pakis,
pasir malang, kaliandra (3;2;1).
Jenis unsur media tanam
Pakis
Pakis dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki
drainase yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk
berkembang, tidka mudah lapuk dan memilki daya tahan cukup tinggi.
Sekam bakar
Sekam bakar memiliki kelebihan unsure yang terletak pada
sifatnya yang steril dan daya tahannya mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik
namun daya serapnya terhadap air kurang baik, sehingga harus dicampur dengan
unsure yang dapat menyerap air.
Pasir malang
Pasir malang unsure media yang tingkat porotisitasnya
cukup baik, karena itu penggunaannya digunakan untuk mencegah media yang
terlalu basah dan air yang menggenang.
Cocopeat
Cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsure
ini sangat cocok digunakan bial menginginkan media ynag cukup lembab untuk aglaonem
khususnya didaerah yang kering dan panas, cocopeat dapat menahan air cukup lama
dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk.
Kaliandra
Kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering
dan panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendawan
pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4-6 bulan.
Penyiraman
Sri rejeki termasuk tanaman yang membutuhkan air dalam
jumlah cukup, jadi penyiraman hal penting yang mesti diperhatikan agar
aglaonema tumbuh baik, tepi tidak sampai mengegnagi medianya, frekuensi dan
dosis penyiaraman perlu diatur sesuai dengan kondisi media dan lingkungan
setempat.
Pemupukan
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman sri rejeki, kebutuhan
nutrisi sangat penting, beragam merek pupuk majemuk/anorganik mudah diperoleh,
bahkan saat ini sudah banyak beredar pupuk khusus aglaonema. Sebelum memilih,
cermati dulu komposisi nutrisi dan penggunaanya, barulah cara dan dosis
pemberiannya, pemberian pupuk dengan dosis rendah, tetapi sering diberikan akan
menghasilkan tanaman kualitas baik dibanding dengan pemberian sesekali dengan
dosis tinggi.
Mengganti emdia tanam/repotting
Untuk menjaga agar kulaitas aglaonema tetap baik perlu
dilakukan penggantian media tanam, media tanam yang baik akan membuat aglaonem
tumbuh dengan sehat, penggantian media tanam/repotting aglaonema dilakukan
setiap 6-12 bulan sekali, repotting juga dibutuhkan oleh tanaman yang sudah
terlalu besar sehingga tidak sebanding lagi dengan ukuran pot.
Sri rejeki dapat dibudidayakan dengan menanam bonggolnya.
Dari satu bonggol bisa didapatkan 2-3 anakan baru.setelah 6 bulan, pisahkan
anakan baru tersebut dari induknya.
Aglaonema bisa dikembangbiakkan dengan lebih cepat
dengan cara memotong pucuk. Dengan cara ini, tanaman induk akan terangsang
untuk mengeluarkan tunas baru. Dari satu potongan pucuk, bisa didapatkan 2-3
anakan baru lagi. Anakan dari potongan pucuk ini dapat dijadikan bibit setelah
memiliki 5-7 helai daun.
Jika anda menggunakan dua metode ini sekaligus, dari satu
tanaman saja bisa didapatkan 5-6 anakan sri rejeki baru.
Metode memotong pucuk bisa lebih optimal hasil jika
metode ini dilakukan pada aglaonema dewasa yang memiliki 8-10 helai daun.
Namun, kondisi tanaman induk harus diperhatikan. Pilihlah induk yang sehat,
daun dewasa yang segar dan kokoh atau daun muda tidak mengecil. Akarnya juga
harus kuat dengan kriteria berwarna putih, gemuk, dan tidak busuk. Sebelum
melakukan pemotongan pucuk, sebaiknya benamkan bagian batang lebih dalam ke
tanah hingga 8-10 cm.
Frekuensi pemberian pupuk pun boleh ditingkatkan 2-3
minggu sebelum pemotongan pucuk. Jika biasanya pemberian pupuk dilakukan 1 x
seminggu, sebelum pemotongan digandakan menjadi 2 x seminggu.
Cara melakukan pemotongan pucuk adalah sebagai berikut:
- Siapkan pisau dan alat pengorek
- Korek media untuk melihat kondisi akar (ingat kriteria
akar yang kuat)
- Potong batang aglaonema dan sisakan satu daun pada bonggol
tanaman induk, yang dimaksudkan agar tanaman induk dapat berfotosintesis
menghasilkan makanan, sehingga tunas baru yang muncul nanti akan
besar-besar.
- Pada bagian yang dipotong, baik pada bonggol yang
tersisa juga pada potongan pucuk, olesi antiseptic (betadine atau campuran
pinang + sirih) untuk menutup luka.
- Tanam potongan pucuk dalam media berupa campuran
tanah sekam, pasir malang, humus andam, dan pakis (rasio berturut-turut
1:5:2:2).
- Siram secara teratur, dan letakkan ditempat yang teduh
- Tunas baru akan muncul dalam waktu 1 bulan.
Anakan yang anda dapatkan dari hasil pemotongan pucuk
belum tentu memiliki akar. Ketika anda memindahkan anakan aglaonema yang belum
memiliki akar yang kuat maka gunakan metode bungkus plastic. Tanam anakan baru
tersebut dalam pot, kemudian membuat sungkup dari plastic bening.
Dengan demikian, kelembaban dalam sungkup tinggi
(mencapai 80%), suhu tetap stabil. Hal tersebut emmungkinkan terjadinya
peningkatan laju metabolism sehingga akar lebih cepat tumbuh.a kar akan muncul
setelah 3 minggu disungkup dan siap dipindahkan ke luar. Sungkup plastik being
dan dapat juga diganti denagn tabung transparan dari bahan plastic jika
memungkinkan. Tabung plastik lebih daripada plastik bening bisa karena tidak
akan sobek.
1.2. Visi
Dan Misi Usaha
1.2.1. Visi
Adapun rumusan visi adalah sebagai berikut:
Menjadikan usaha pembudidayaan tanaman sri rejeki,
sebagai slah satu usaha yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulawesi
tenggara. Serta menjadi alternative dalam menambah penghasilan daerah dan
sesuatu yang bermaanfaat mengurangi polusi pada lingkungan.
1.2.2.
Misi
Adapun rumusan misinya adalah :
Menambah alternative penghasilan daerah, sekaligus dapat
mengurangi polusi yang sangat bermanfaat bagi lingkungan. Serta menumbuhkan
minat berwirausaha di kalangan siswa-siswi.
1.3. Tujuan
Usaha
Adapun tujuan usaha ini adalah
1. Meningkatkan
taraf hidup masyarakat
2. Media
penyaluran hobi bercocok tanam yang positive
3. Melatih
kewirausahaan
4. Melatih
kemandirian
1.4. Manfaat
Usaha
Adapun manfaat dari usaha ini adalah
1. Menambah
sumber pendapatan
2. Menciptakan
lapangan pekerjaan
3. Mengatasi
polusi pada lingkungan
4. Mampu
memenuhi kebutuhan pasar akan tanaman tersebut
1.5.
Deskripsi Usaha
Jenis
usaha yang akan kami lakukan bergerak dibidang budidaya. Dalam hal ini yang
kami budidayakan adalah tanaman sri rejeki, yang kami lakukan dengan beberapa
cara misalnya stek. Kami memilih membudidayakan tanaman karena lebih mudah dan
manfaat yang di hasilkannya pun besar. Serta di kalangan pelajar seperti kami,
masih terbilang cukup murah dan tidak membutuhkan biaya besar dalam proses
budidaya awalnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pra-Produksi
2.1.1 Manfaat Tanaman
Sri Rejeki
1.
Menyerap Polutan dari udara
2.
Sebagai lahan bisnis yang sukses
3.
Penghias taman
2.1.2 Sarana dan
Teknik Penanaman
Untuk membudidayakan
tanaman Sri Rejeki Kami Menggunakan cara pertunasan yaitu menanam anakan Sri
Rejeki yang tumbuh dari induknya. Anakan ini ditumbuhkambangkan di Polybag
sampai siap untuk ditanam dalam pot.
2.1.3 Aspek Produk
1.
Jenis Produk
Produk
yang akan diproduksi dan dijual dalam usaha ini adalah Tanaman Sri Rejeki dalam
bentuk bibit siap tanam.
2.
Jumlah produk
Jumlah
tanaman yang akan dibudidayakan dalam usaha ini sebanyak 60 tanaman
3.
Waktu Kegiatan dan tempat Produksi
Waktu
kegiatan produksi tanaman Sri Rejeki adalah Selama Semester Genap dari Bulan
Januari 2017 sampai Mei 2017. Adapun tempat yang digunakan yaitu Greenhouse SMA
Negeri 5 Kendari
4.
Bahan dan Perlengakapan yang digunakan
Bahan
:
Bibit
tanaman Sri Rejeki
Perlengkapan
:
Ember
Kos Tangan
Sungkup
Polybag
Paku
2.2
Proses Produksi
1.
Penyediaan media tanam
Sri rejeki
memiliki preferensi terhadap jenis tanah yang lembab tapi tidak becek.
Aglaonema umumnya ditanam dalam pot dengan media tanah sekam bakar.
Namun, Anda juga boleh mencoba media tanam yang lazim dipakai para pecinta sri
rejeki di Thailand, yaitu tanah sekam dicampur sedikit kompos daun dan tambahan
choco chips.
Umumnya
media yang digunakan terdiri dari komposisi sekam, tanah lempung, dan pasir
malang dengan rasio perbandingan 2:2:1. Jika bibit Aglaonema yang Anda
miliki masih sangat muda, maka tanamlah bibit tersebut dalam media tanah
campuran sekam bakar, pasir malang, cocopeat, dan dolomite (rasio perbandingan
70:12,5:12,5:5). Dolomite yang merupakan batuan pasir berfungsi sebagai
penetralisir pH. Untuk siraman pertama, cobalah campuran air dengan hormon,
bakterisid, dan fungisid. Untuk siraman selanjutnya, silahkan gunakan air
biasa.
2.
Teknik penanaman
Alat
yang Anda butuhkan dalam menanam sri rejeki adalah; sarung tangan karet,
gunting tanaman, pot, media tanah, dan pupuk. Sarung tangan karet dapat diganti
dengan plastik. Penggunaan sarung tangan cukup penting karena getah
Aglaonema dapat saja menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Langkah
pertama yang harus dilakukan sebelum menanam Aglaonema tentu saja memilih bibit
yang baik. Bibit sri rejeki yang baik berupa tunas yang memiliki beberapa
helai daun muda yang baru tumbuh. Pastikan warna tunas daun tersebut
hijau muda segar, bukan hijau muda yang layu. Jangan lupa juga periksa
kondisi perakaran bibit muda Anda.
Jika
akar bibit terlalu berantakan, tidak apa untuk memotong / merapikannya dengan
gunting tanaman. Langkah selanjutnya adalah membelah bibit menjadi empat
bagian agar Anda memiliki banyak Aglaonema. Langkah ini opsional, tidak
wajib, tapi jika Anda ingin melakukannya maka buat potongan membujur dari
bagian batang ke arah akar, membagi dua bibit Anda. Kemudian, belah lagi
tiap potongan sebelumnya sehingga Anda mendapatkan 4 belahan bibit.
Setiap belahan harus memiliki bagian batang dan bonggol yang seimbang.
Isi pot yang telah Anda sediakan dengan media dan pupuk dengan rasio 3:1,
campur rata. Benamkan bibit Anda hingga hanya sedikit pucuk yang terlihat
mencuat di permukaan tanah. Siram bibit dengan air, hingga air mengalir
dari lubang-lubag di bawah pot Anda. Pada minggu-minggu pertama, letakkan
pot-pot tersebut di dalam rumah pada tempat yang teduh, misalnya pada ambang
jendela
3.
Teknik Pemeliharaan
Tanaman sri rejeki harus dirawat dengan
baik dengan penyiraman teratur pagi dan sore. Tanahnya tidak boleh dibiarkan
terlalu lembap ataupun mengering.
2.3 Aspek
Pemasaran
2.3.1
Segmen Pasar
Target
Konsumen adalah Seluruh masyarakat di sekitar SMA Negeri 5 Kendari.
2.3.2
Strategi Pemasaran
Dalam
menyukseskan usaha Tanaman hias ini, ada beberapa strategi yang kami gunakan,
yaitu :
1.
Menetapkan harga yang
relatif murah
2.
Menyediakan tanaman
yang subur dan sehat
3.
Tempat penjualan
strategis
4.
Memberikan Potongan
harga kepada konsumen yang membeli dengan jumlah yang banyak.
2.3.3
Penetapan Harga Jual
Harga
Jual tanaman sri rejeki di Pasaran sekitar Rp 40.000,-/bibit, Namun untuk
menarik konsumen maka kami menetapkan harga jual sebesar Rp 30.000,-/bibit.
2.3.5
Analisis SWOT
1.
Strengt
Memberikan kualitas yang baik
Menyediakan bibit unggul
Menyediakan tanaman yang inovatif, bervariasi dan mengikuti trend pasaran
Menyediakan paket penjualan dan penyewaan tanaman hias
Menyediakan jasa dekorasi taman dan pembuatan taman
2.
Weakness
Kurangnya link
dengan perusahaan besar akan kurang dikenal oleh masyarakat penggunaan nama di
pasaran untuk menarik minat
Kurang dalam bentuk financial, modal yang digunakan cukup
besar
3.
Opportunity
Peluang usaha yang lain yang dapat dikembangkan selain usaha
tanaman hias ini adalah usaha wisata alam, dapat bekerjasama dengan pihak
wisata alam. Sebagai investor tanaman.
Peluang lain yang ditawarkan adalah decoration organizer untuk pembuatan taman atau juga dekarasi taman
pernikahan
Penjualan
bunga rangkai
4. 4. Threaten
Threaten adalah apa
saja yang dapat mengancam dan membahayakan kegiatan usaha. Berikut ini threaten dari usaha tanaman hias.
Pesaing yang memiliki kerjasama dengan perusahaan besar lain
Fasilitas
yang harus dipenuhi
2.3.6
Analisis Usaha
1.
Sumber Modal
Sumber Modal dari usaha ini berasal dari Kas kelompok 1
2.
Biaya
Biaya merupakan sejumlah pengorbanan yang harus dikeluarkan
untuk memperoleh tanaman sri rejeki siap tanam. Biaya yang diperlukan oleh
usaha ini yaitu biaya investasi, biaya tetap, dan biaya tidak tetap.
a. Biaya Investasi
Paku Rp 5.000,-
Sekop tanah Rp 25.000,-
Ember Rp 15.000,-
Kos Tangan 5
pasang Rp 25.000,-
Total Rp
70.000,-
b. Biaya Tetap
Penyusutan Pertahun
sekitar 10% Rp 8.000,-
Transportasi Rp 10.000,-
Total Rp 18.000,-
c. Biaya tidak tetap
Anakan bunga sri
rejeki Rp 10.000,-x @60 Rp
600.000,-
Polybag 1 Pack Rp
10.000,-
Label Rp
5.000,-
Sekam Rp
10.000,-
Perangsang akar Rp
5.000,-
Tanah Subur Rp10.000,-
Total Rp
640.000,-
Dengan demikian, total
biaya produksi tanaman pucuk merah dengan cara anakan dapat dhitung sebagi
berikut :
Total biaya produksi = biaya tetap + biaya tidak tetap
Rp
18.000,- + Rp 640.000,
= Rp
658.000,-
3.
Pendapatan dan
keuntungan
Pendapatan :
1 tanaman seharga Rp 30.000,-
60 x Rp 30.000,- Rp
1.800.000,-
Total Keuntungan
Keuntungan =
Pendapatan-Total biaya produksi
=
Rp 1.800.00,00 – Rp 658.000,00
= Rp 1.142.000,-
2.3.7
Analisis Kelayakan Usaha
1.
Break Even Point
BEP =
=
= 21.93 tanaman/produksi
Hasil Perhitungan BEP menunjukkan bahwa produsen akan
mencapai titik impas apabila dapat menjual 21.93 tanaman/produksi seharga Rp
30.000,-
2.
BIC Ratio
BIC =
=
= 2.74
Perhitungan BIC ratio ini menunjukkan bahwa dari setiap modal
yang diusahakan akan memberikan keuntungan sebesar 2.74 kali lipatnya.
3.
Return Of Investment
ROI =
x 100 %
=
x 100 %
=
1,74 %
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari setiap biaya yang
dikeluarkan Rp 100 akan memberikan keuntungan sebesar 1,74.
4.
Pay Back Period (PBP)
Pay Back Period adalah waktu yang diperhitungkan oleh
perusahaanuntuk mengembalikan modal yang pernah ditanam.
PDP =
=
=
3.68 kali tanaman
BAB III
PENUTUP
Tingkatan usaha yang
dibahas dalam proposal merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak dalam
bidang penjualan tanaman hias Sri Rejeki. Meskipun usaha ini termasuk usaha
kecil dan menengah namun usaha ini telah membuka lapangan kerja di daerah
sekitar pemasaran baik itu karyawan tetap maupun pekerja kontrak.Usaha ini
ingin mengembangkan usahanya mulai dari peragaman jenis tanaman, peningkatan
mutu barang, peningkatan pelayanan, peningkatan cabang toko atau perluasan
pasar dan peningkatan promosi. Oleh sebab itu usaha ini membutuhkan modal usaha
yang nantinya akan digunakan sebagai pendukung dalam pengembangan usaha. Dengan modal
tersebut insyaAllah usaha ini akan memanfaatkan dengan seoptimal mungkin dalam
pengembangan dan peningkatan usaha. Dengan peningkatan produktivitas usaha
diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja yang
lebih banyak serta dapat bersaing dengan para pesaing.