Senin, 18 Oktober 2021

Hello Everyone!

Suatu malam di tahun 2021 Ariani sedang gabut dan memikirkan apa yang menyenangkan untuk dilakukan. Kemudian iseng buka browser dan ingat kalau pernah bikin blog. lupa tahun berapa, bahkan lupa passwordnya. pas dicoba untuk masuk, eh bisa (tipikal manusia yang semua password akunnya sama, wkwk). Oke then, diutak-atik, ih tidak ada yang penting rupanya. Bisa-bisanya kasi masuk tugas makalah pas SMA wkwk, tapii eitt pas cek viewernya ternyata lumayan juga sampai puluhan ribu. Dan blog ini sudah ada sejak tahun 2015 ternyataa!

Biasanya sy memang suka menulis, menulis diary. sudah kebiasaan dari SMP. kalau dihitung sampai sekarang kayanya buku diaryku sudah ada 6 deh. bukan main dari SMP kelas 1 sampai Semester 7 wkwk, it's almost 10 yearss!! Suka menulis apa saja, menulis status (?) menulis random though di second account, menulis  opini tentang apa saja yang muncul secara random.

Nah, mulai sekarang biar tulisannya lebih teratur, sy akan mulai menulis di Blog ini. tentang apa? Anything. Mungkin sekarang kontennya sesuai judul, its Ariani's Personal Journal. Mungkin sharing sesuatu yang menyenangkan atau sesutu yang berguna. Just Waitt!

That's all how I introduce my self, thank you for coming!💖


Selasa, 17 Juli 2018

Contoh Esai lolos seleksi Parlemen Remaja 2017

Welcome para pejuang Parlemen Remaja.
Esai yang baik itu penting dalam menentukan kelulusan kita sebagai peserta Parlemen Remaja, karena bobot penilaiannya (waktu tahun 2017) sebesar 70% dan 30 % nya dari CV.
Saya pernah mengikuti kegiatan Parlemen Remaja 2017, jadi nggak sotoy kan yah kalau sering ngomongin ini, hehe. but its not important at all, so skip it. Saya juga belum mahir dalam menulis, termasuk menulis esai, belum pernah dibimbing langsung oleh mentor atau membaca buku khusus, so apa yang saya tulis ini ya bisa dibilang tidak mengikuti format dari manapun, I just try to write what in my mind at that time berbekal dari refrensi yang saya dapatkan di internet juga. Bahasanya juga bisa dibilang disini sederhana dan mudah dipahami karena saya berusaha menjelaskan gagasan saya secara utuh dengan menggunakan bahasa sendiri. anyway dalam menulis jangan membiasakan copy dan paste karena kalau sampai tulisan kalian redaksinya ada yang sama dengan orang lain, kalian akan dianggap tidak kreatif sama tim penyeleksi. ini hanya sekedar refrensi buat kalian. semangat ya!!!!



ESAI
PARLEMEN REMAJA 2017
OLEH : ARIANI
SULAWESI TENGGARA
“DPRD, Tolong Tuntaskan Segera Wacana Penggagasan Perda Tentang Penanggulangan Narkoba”

Panitia Penyeleksi Parlemen Remaja 2017
INDONESIA. Sebuah Archipelago state yang memiliki garis pantai lebih dari 99.093 kilometer. Dengan wilayah perairan seluas itu, mampukah Indonesia mempertahankan diri dari rongrongan yang hendak meluluhlantahkan Bangsa ini?  Jika diibaratkan manusia, Indonesia adalah nama untuk manusia tua yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-72. Di usia yang setua itu, seharusnya Indonesia telah menjadi Negara maju dengan segala potensinya. Akan tetapi nampaknya kemajuan dan kemakmuran yang dicita-citakannya itu masih jauh dari harapan dengan  kompleksitas berbagai ancaman yang terus menyerang jiwa Indonesia. Di satu sisi, Indonesia terus melakukan perbaikan dan pembangunan dalam berbagi aspek untuk menuju Negara Indonesia yang maju, namun disisi lain masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh Bangsa Ini agar benar-benar menjadi Negara yang maju dan makmur.

Dahulu Soekarno pernah mengatakan “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Demikianlah apa yang terjadi di abad ke 21 ini. Hari ini, Indonesia diliputi oleh empat ancaman besar yaitu radikalisme, terorisme, korupsi, dan narkoba. Semua ancaman tersebut merupakan ancaman yang dibuat oleh bangsa Indonesia sendiri, dan diperparah oleh banyaknya bangsa luar yang mencuri-curi kesempatan dengan ikut serta mendukung ancaman ini. Namun, Masih saja Bangsa ini bersikap setengah-setengah dalam menghadapinya. Tentu kita tidak ingin bangsa Ini hancur oleh Negara itu sendiri.

Ancaman yang paling halus sekaligus paling mengancam bagi bangsa Indonesia adalah Narkoba. Bahkan Kepala BNN Republik Indonesia, Bapak Budi Waseso telah menobatkan narkoba sebagai ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia(1). anehnya narkoba namun  masih saja tetap eksis bahkan semakin parah. Penindakan yang dilakukan terus-menerus seakan hanyalah sebuah siklus yang tidak pernah dapat memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Hari ini Indonesia benar-benar dalam kondisi DARURAT NARKOBA.

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya, bukan hanya di Kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur tetapi hampir di semua wilayah di Indonesia. Bahkan di Pulau Sulawesi yang notabenenya masih merupakan wilayah dengan jumlah penduduk kecil dibandingkan DKI Jakarta mendatangkan berita yang sangat mengejutkan bahwasanya berdasarkan hasil penelitian BNN bersama UI tahun 2015, Sulawesi Tenggara merupakan peringkat Pertama dari 34 provinsi dalam kategori uji coba pakai terbesar pada kalangan pelajar dan mahasiswa(2). Ini artinya, pemakai terbesar narkoba adalah kalangan Pelajar dan mahasiswa yang seharusnya menjadi harapan bangsa kedepannya. Hal ini sangat disayangkan, karena itu bukanlah prestasi yang harus dibanggakan tetapi harus dihilangkan.

Dalam rangka menghilangkan ancaman Narkoba, Sudah seharusnya Indonesia benar-benar serius dalam hal ini. Bukan hanya sebuah wacana yang terus dicanangkan, akan tetapi yang terpenting adalah kerja nyata dan konsistensi. Semua elemen mulai dari Pemerintah, Parlemen, Lembaga, instansi, dan Orang tua harus saling bekerja sama dan membagi tugas untuk menanggulangi narkoba secara tuntas. Pemerintah dapat berperan aktif dengan memberikan alokasi dana pada penyusunan rancangan APBD untuk menanggulangi narkoba, parlemen yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memiliki andil dalam menanggulangi narkoba dengan menyusun peraturan derah yang berkaitan dengan penanggulangan narkoba, Lembaga yaitu BNN, Badan Narkotika Nasional Provinsi maupun Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota harus aktif dalam melakukan sosialisasi pencegahan penyebarluasan narkoba, Kepolisian memiliki andil untuk menyelidiki pengedaran narkoba, Instansi berupa Universitas dan Sekolah-sekolah memiliki peran aktif dengan memberikan pengetahuan mengenai Narkoba serta hukuman yang akan diperoleh apabila melakukan penyalahgunaan narkoba, serta Orang tua dan keluarga sangat berperan aktif untuk memberikan pemantauan terhadap anak dan anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam dunia Narkoba.

Hal yang terjadi selama ini adalah adanya persepsi bahwa yang bertugas menanggulangi narkoba adalah Badan Narkotika Nasional yang secara otomatis hanya berpusat di Ibu Kota Negara. Daerah baru kemudian melakukan penanggulangan apabila terdapat perintah dari pusat. Menurut saya, Disinilah seharusnya otonomi daerah diingat, bahwasanya setiap daerah memiliki tugas, fungsi, dan kewenangan untuk mengurus sendiri daerahnya namun tetap berdasarkan wawasan nusantara, termasuk dalam urusan menanggulangi narkoba. Apabila semua elemen dalam provinsi saling bekerja sama untuk menanggulangi narkoba, maka dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, Badan Narkotika Nasional tidak akan kewalahan karena adanya sinergi antara pusat dan daerah.

Selama ini banyak sekali Peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh parlemen di tingkat pusat mengenai Penanggulangan Narkoba, akan tetapi penerapannya yang diharapkan dapat diterapkan hingga ke daerah masih belum terealisasi. Buktinya selama ini telah berlaku peraturan perundang-undangan bahwa pengedar narkoba dapat dikenai hukuman penjara hingga 20 tahun bahkan dikenai hukuman mati, namun hal tersebut belum pernah terjadi di Sulawesi Tenggara, padahal Sulawesi Tenggara memiliki pengguna Narkoba sebesar 27.158 jiwa per 2015. Bukan suatu harapan bahwa Sulawesi tenggara harus akan adanya hukuman mati, akan tetapi ini sebagai contoh bahwa peraturan perundang-undangan yang dbuat oleh parlemen di tingkat pusat belum bisa direalisasikan di daerah.

Seharusnya setiap daerah memiliki peraturan perundang-undangan sendiri mengenai penanggulangan narkoba karena setiap daerah memiliki kondisi dan tingkat keparahan pengedaran narkoba yang berbeda-beda. Namun dalam pembuatan perda tersebut tetap mengacu pada peraturan yang dibuat oleh parlemen di tingkat pusat. Dalam penyusunan peraturan daerah inilah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan parlemen di tingkat daerah menggunakan perannya untuk mengajukan Rancangan Peraturan Daerah mengenai penanggulangan Narkoba di Daerah.

Sampai hari ini komisi IV DPRD Sultra baru mewacanakan penggagasan pembuatan perda penanggulangan narkoba. Hal tersebut masih merupakan penggagasan dan lebih payahnya masih dicanangkan. Padahal, Untuk menyusun suatu peraturan daerah yang diundang-undangkan memerlukan waktu yang relatif lama. Kita tidak dapat terus menunggu terlalu lama mengingat hari ini Sulawesi tenggara adalah peringkat pertama dari 34 Provinsi sebagai pengguna uji coba tertinggi dalam hal mencoba narkoba. Jika pembuatan peraturan daerah mengenai penanggulangan narkoba tidak segera dituntaskan, tentu akan semakin banyak yang mencoba barang haram dan merugikan tersebut.

Agar parlemen dapat melakukan penyusunan rancangan peraturan daerah mengenai penanggulangan narkoba, harus ada sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, Lembaga, dan perlemen. Badan Narkotika Provinsi dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota sambil terus aktif memberikan sosialisasi dan rehabilitasi kepada masyarakat juga menganalisis tingkat keparahan penggunaan dan pengedaran narkoba di wilayah tersebut, aparat kepolisian juga harus aktif melakukan penyidikan mengenai penyalahgunaan narkoba walaupun sangat kecil utamanya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Hasil penyidikan serta data-data yang diperoleh mengenai tingkat keparahan pengedaran dan penyalahgunaan narkoba selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah Provinsi. Selanjutnya Pemerintah Provinsi bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengadakan pertemuan dan membahas hasil penyelidikan dan data-data yang telah dikumpulkan oleh BNNP dan aparat Keamanan. Kemudian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dapat merumuskan rancangan undang-undang atau peraturan daerah mengenai penanggulangan narkoba. Hasil rancangan itu dapat disahkan oleh Kepala Daerah dan DPRD kemudian diapliaksikan dalam wilayah tersebut. Dengan skema seperti itu, Setiap elemen akan fokus untuk mengerjakan kewenangannya sendiri dan tidak ada lagi persepsi bahwa hanya satu pihak yang bertugas menyelesaikan penanggulangan narkoba. Dengan cara tersebut pula, peraturan daerah yang disusun akan lebih sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Kita akan melihat penerapan peraturan yang benar-benar nyata dan tidak hanya menjadi instrumen belaka.

Peran parlemen dalam menanggulangi ancaman bahaya narkoba tidak dapat dideskripsikan secara tersendiri karena setiap elemen saling berkaitan dengan elemen yang lain. Namun pada inti pokoknya, parlemen tetaplah parlemen. Ia merupakan lembaga yang bertugas merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan baik di tingkat pusat maupun daerah sesuai dengan kedudukannya. Parlemen memiliki peranan yang paling krusial dalam penanggulangan narkoba, karena Indonesia sebagai Negara hukum tidak dapat berjalan tanpa adanya ketentuan hukum yang mengatur. Tanpa adanya peraturan perundang-undaangan mengenai penanggulangan narkoba, Pemerintah Daerah maupun BNNP tetap saja tidak dapat melakukan eksekusi terhadap penyalahguna narkoba. Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara semestinya segera menuntaskan peraturan daerah mengenai penanggulangan narkoba yang telah diwacanakan penggagasannya oleh Komisi IV DPRD agar penanggulangan narkoba di Sulawesi Tenggara dapat diefektifkan.
Demikianlah peran parlemen dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba dari perspektif pribadi saya.
Hormat Saya,
Ariani
Referensi
1.      www.beritasatu.com edisi 26 juni 2016
2.      Rakyatsultra.fajar.co.id edisi 17 Juli 2017

Kamis, 16 Maret 2017

Proposal Usaha Tanaman Hias - Aglaonema



PROPOSAL USAHA TANAMAN HIAS "AGLAONEMA"
oleh :
ARIANI
SMA NEGERI 5 KENDARI
SULAWESI TENGGARA, INDOENSIA

 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Aglaonema, sri rezeki, atau chinese evergreen merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies.
Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.
Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.
Orang indonesia menamakan tanaman ini dengan nama SRI REJEKI karena tanaman ini setelah di tanam dan hidup dan mengluarkan tunas baru maka orang yang menanam terserbut akan mendapat rejeki yang banyak ini mitos orang indonesia. Yang jelas kalau kita berkerja maka akan mendapat rejeki dan sebaliknya.

Ini yang menakutkan teryata tanaman hias sri rejeki beracun yang lumayan mematikan, karena getahnya mengandung kristal oksalat  yang bentuknya seperti jarum tapi harus mengunakan mikroskop untuk bisa melihatnya. Maka tanaman hias ini sangat berbahaya apa lagi kalau sampai kena mulut, lidah, tengorokan bisa bengkak apa lagi yang terkena daerah tengorokan yang luka bisa sesak napas dan berakhir dengan kematian bila pertolongan telat.

Tanaman sri rejeki atau aglaonema sangat berbaya untuk anak kecil apa bila sampai tertelan,  biasanya anak – anak kecil yang baru bisa berjalan yang dimana yang namanya anak – anak tidak tahu apa- apa dan suka mencoba hal – hal baru dan pengawasan ibu yang kurang, sebaiknya bila mempunyai anak – anak untuk tanaman jenis ini bisa di letakan agak jauh dari tempat bermain anak – anak atau bisa di letakan yang dimana anak – anak tidak bisa menjangkau. Tanaman ini juga bahaya buat orang dewasa bukan hanya anak kecil saja maksutnya untuk orang dewasa tingkat kekebalan kesehatan tubuh sudah kuat tapi tidak menutup kemungkinan bisa berujung kematian bila tidak di tindak lanjuti secara cepat dan tepat.

Sifat dari tanaman aglaonema beragam, ada yang dapat terkena sinar matahari dan ada juga yang harus ternaungi, sebagian aglaonema dapat hidup ditempat lembab dan sebagian lagi ditempat sedikit kering, tanaman aglaonema tergolong bandel, mudah dirawat dan cocok dijadikan tanaman indoor, apalagi aglaonema terkenal dengan motif daunnya yang indah.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan aglaonema yang optimal adalah lokasi, cahaya, kelembaban dan suhu.

Lokasi yang ideal untuk merawat sri rejeki adalah daerah yang berketinggian 300-400 m diatas permukaan laut, namun tidak menutup kemungkinan juga dapat tumbuh baik di dataran rendah, sesuai habitatnya aglaonema menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas, intensitas sinar matahari berkisar antara 10-30%.

Kelembapan yang cocok untuk merawat aglaonema adalah 50-70%, di kisaran itu tanaman tumbuh baik, lebih dari 75% dapat menyebabkan tumbuhnya cendawan pada media tanam, selain itu juga sisa suhu menunjang pertumbuhan, lokasi sebaiknya bersuhu 28-30 C pada siang hari dan 20-22 C malam hari dan dibantu juga dengan sirkulasi udara yang baik.
Untuk memiliki tanaman aglaonema yang tumbuh  sehat dan baik diantaranya adalah dengan menggunakan media dengan komposisi yang pas, media dengan tingkat keasaman/pH dan porotisitas (Porous) yang ideal sangat baik untuk pertumbuahn aglaonema, media tanam aglaonema juga harus steril, yaitu bebas dari penyakit, tidak mudah lapuk dan hancur karen air, mudah diperoleh dan harganya terjangkau, aglaonema dapat tumbuh dengan baik pada media denagn pH 7 atau disebut juga pH netral yang kaya akan zat hara, angka pH dengan selisih 0,5-1 masih dianggap pH ideal.

Porous artinya mudah mengeluarkan kelebihan air, tingkat porotisitas yang dibutuhkan pada media tanam sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yaitu ketinggian dan hujan rendah, media tanam sebaiknya  harus bisa menahan air sehingga media tidak kekeringan, sebaliknya didataran tinggi yang umumny sering hujan sebaiknya menggunakan media dengan porositas tinggi agar kelebihan air mudah dikeluarkan.

Berikut macam jenis unsur yang digunakan untuk media tanam sri rejeki, yang tentunya dengan tingkat porositas yang berbeda dengan kekurangan kelebihan masing-masing, kombinasi beberapa unsure media dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan factor lingkungan :
  • Pakis, sekam bakar, pasir malang, humus (1;1;1;1)
  • Pakis, pasir malang, sekam bakar, cocopeat (2;1;1;1)
  • Pakis, sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2;1;1;1)
  • Cocopeat, sekam bakar kompos organic (5;3;2)
  • Pakis, pasir malang, kaliandra (3;2;1).
Jenis unsur media tanam

Pakis
Pakis dapat menyimpan air dengan baik dan  memiliki drainase yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk berkembang, tidka mudah lapuk dan memilki daya tahan cukup tinggi.

Sekam bakar
Sekam bakar memiliki kelebihan unsure yang terletak pada sifatnya yang steril dan daya tahannya mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik namun daya serapnya terhadap air kurang baik, sehingga harus dicampur dengan unsure yang dapat menyerap air.

Pasir malang
Pasir malang unsure media yang tingkat porotisitasnya cukup baik, karena itu penggunaannya digunakan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang.

Cocopeat
Cocopeat adalah  sabut kelapa hasil olahan, unsure ini sangat cocok digunakan bial menginginkan media ynag cukup lembab untuk aglaonem khususnya didaerah yang kering dan panas, cocopeat dapat menahan air cukup lama dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk.

Kaliandra
Kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering dan panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendawan pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4-6 bulan.

Penyiraman
Sri rejeki termasuk tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah cukup, jadi penyiraman hal penting yang mesti diperhatikan agar aglaonema tumbuh baik, tepi tidak sampai mengegnagi medianya, frekuensi dan dosis penyiaraman perlu diatur sesuai dengan kondisi media dan lingkungan setempat.

Pemupukan
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman sri rejeki, kebutuhan nutrisi sangat penting, beragam merek pupuk majemuk/anorganik mudah diperoleh, bahkan saat ini sudah banyak beredar pupuk khusus aglaonema. Sebelum memilih, cermati dulu komposisi nutrisi dan penggunaanya, barulah cara dan dosis pemberiannya, pemberian pupuk dengan dosis rendah, tetapi sering diberikan akan menghasilkan tanaman kualitas baik dibanding dengan pemberian sesekali dengan dosis tinggi.

Mengganti emdia tanam/repotting
Untuk menjaga agar kulaitas aglaonema tetap baik perlu dilakukan penggantian media tanam, media tanam yang baik akan membuat aglaonem tumbuh dengan sehat, penggantian media tanam/repotting aglaonema dilakukan setiap 6-12 bulan sekali, repotting juga dibutuhkan oleh tanaman yang sudah terlalu besar sehingga tidak sebanding lagi dengan ukuran pot.
Sri rejeki dapat dibudidayakan dengan menanam bonggolnya. Dari satu bonggol bisa didapatkan 2-3 anakan baru.setelah 6 bulan, pisahkan anakan baru tersebut dari induknya.

Aglaonema bisa dikembangbiakkan dengan  lebih cepat dengan cara memotong pucuk. Dengan cara ini, tanaman induk akan terangsang untuk mengeluarkan tunas baru. Dari satu potongan pucuk, bisa didapatkan 2-3 anakan baru lagi. Anakan dari potongan pucuk ini dapat dijadikan bibit setelah memiliki 5-7 helai daun.

Jika anda menggunakan dua metode ini sekaligus, dari satu tanaman saja bisa didapatkan 5-6 anakan sri rejeki baru.

Metode memotong pucuk bisa lebih optimal hasil jika metode ini dilakukan pada aglaonema dewasa yang memiliki 8-10 helai daun. Namun, kondisi tanaman induk harus diperhatikan. Pilihlah induk yang sehat, daun dewasa yang segar dan kokoh atau daun muda tidak mengecil. Akarnya juga harus kuat dengan kriteria berwarna putih, gemuk, dan tidak busuk. Sebelum melakukan pemotongan pucuk, sebaiknya benamkan bagian batang lebih dalam ke tanah hingga 8-10 cm.

Frekuensi pemberian pupuk pun boleh ditingkatkan 2-3 minggu sebelum pemotongan pucuk. Jika biasanya pemberian pupuk dilakukan 1 x seminggu, sebelum pemotongan digandakan menjadi 2 x seminggu.

Cara melakukan pemotongan pucuk adalah sebagai berikut:
  • Siapkan pisau dan alat pengorek
  • Korek media untuk melihat kondisi akar (ingat kriteria akar yang kuat)
  • Potong batang aglaonema dan sisakan satu daun pada bonggol tanaman induk, yang dimaksudkan agar tanaman induk dapat berfotosintesis menghasilkan makanan, sehingga tunas baru yang muncul nanti akan besar-besar.
  • Pada bagian yang dipotong, baik pada bonggol yang tersisa juga pada potongan pucuk, olesi antiseptic (betadine atau campuran pinang + sirih) untuk menutup luka.
  • Tanam potongan pucuk  dalam media berupa campuran tanah sekam, pasir malang, humus andam, dan pakis (rasio berturut-turut 1:5:2:2).
  • Siram secara teratur, dan letakkan ditempat yang teduh
  • Tunas baru akan muncul dalam waktu 1 bulan.
Anakan yang anda dapatkan dari hasil pemotongan pucuk belum tentu memiliki akar. Ketika anda memindahkan anakan aglaonema yang belum memiliki akar yang kuat maka gunakan metode bungkus plastic. Tanam anakan baru tersebut  dalam pot, kemudian membuat sungkup dari plastic bening.

Dengan demikian, kelembaban dalam sungkup tinggi (mencapai 80%), suhu tetap stabil. Hal tersebut emmungkinkan terjadinya peningkatan laju metabolism sehingga akar lebih cepat tumbuh.a kar akan muncul setelah 3 minggu disungkup dan siap dipindahkan ke luar. Sungkup plastik being dan dapat juga diganti denagn tabung transparan dari bahan plastic jika memungkinkan. Tabung plastik lebih daripada plastik bening bisa karena tidak akan sobek.

1.2. Visi Dan Misi Usaha
1.2.1.  Visi
Adapun rumusan visi adalah sebagai berikut:
Menjadikan usaha pembudidayaan tanaman sri rejeki, sebagai slah satu usaha yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulawesi tenggara. Serta menjadi alternative dalam menambah penghasilan daerah dan sesuatu yang bermaanfaat mengurangi polusi pada lingkungan. 
1.2.2. Misi
Adapun rumusan misinya adalah :
Menambah alternative penghasilan daerah, sekaligus dapat mengurangi polusi yang sangat bermanfaat bagi lingkungan. Serta menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan siswa-siswi.
1.3. Tujuan Usaha
Adapun tujuan usaha ini adalah
1.      Meningkatkan taraf hidup masyarakat
2.      Media penyaluran hobi bercocok tanam yang positive
3.      Melatih kewirausahaan
4.      Melatih kemandirian

1.4. Manfaat Usaha
Adapun manfaat dari usaha ini adalah
1.      Menambah sumber pendapatan
2.      Menciptakan lapangan pekerjaan
3.      Mengatasi polusi pada lingkungan
4.      Mampu memenuhi kebutuhan pasar akan tanaman tersebut
1.5. Deskripsi Usaha
            Jenis usaha yang akan kami lakukan bergerak dibidang budidaya. Dalam hal ini yang kami budidayakan adalah tanaman sri rejeki, yang kami lakukan dengan beberapa cara misalnya stek. Kami memilih membudidayakan tanaman karena lebih mudah dan manfaat yang di hasilkannya pun besar. Serta di kalangan pelajar seperti kami, masih terbilang cukup murah dan tidak membutuhkan biaya besar dalam proses budidaya awalnya.

















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pra-Produksi
2.1.1 Manfaat Tanaman Sri Rejeki
1.      Menyerap Polutan dari udara
2.      Sebagai lahan bisnis yang sukses
3.      Penghias taman
2.1.2 Sarana dan Teknik Penanaman
Untuk membudidayakan tanaman Sri Rejeki Kami Menggunakan cara pertunasan yaitu menanam anakan Sri Rejeki yang tumbuh dari induknya. Anakan ini ditumbuhkambangkan di Polybag sampai siap untuk ditanam dalam pot.
2.1.3 Aspek Produk
1.      Jenis Produk
Produk yang akan diproduksi dan dijual dalam usaha ini adalah Tanaman Sri Rejeki dalam bentuk bibit siap tanam.
2.       Jumlah produk
Jumlah tanaman yang akan dibudidayakan dalam usaha ini sebanyak 60 tanaman
3.      Waktu Kegiatan dan tempat Produksi
Waktu kegiatan produksi tanaman Sri Rejeki adalah Selama Semester Genap dari Bulan Januari 2017 sampai Mei 2017. Adapun tempat yang digunakan yaitu Greenhouse SMA Negeri 5 Kendari
4.      Bahan dan Perlengakapan yang digunakan
Bahan :
Bibit tanaman Sri Rejeki
Perlengkapan :
Ember
Kos Tangan
Sungkup
Polybag
Paku

2.2  Proses Produksi
1.      Penyediaan media tanam
Sri rejeki memiliki preferensi terhadap jenis tanah yang lembab tapi tidak becek.  Aglaonema umumnya ditanam dalam pot dengan media tanah sekam bakar.  Namun, Anda juga boleh mencoba media tanam yang lazim dipakai para pecinta sri rejeki di Thailand, yaitu tanah sekam dicampur sedikit kompos daun dan tambahan choco chips.

Umumnya media yang digunakan terdiri dari komposisi sekam, tanah lempung, dan pasir malang dengan rasio perbandingan 2:2:1.  Jika bibit Aglaonema yang Anda miliki masih sangat muda, maka tanamlah bibit tersebut dalam media tanah campuran sekam bakar, pasir malang, cocopeat, dan dolomite (rasio perbandingan 70:12,5:12,5:5).  Dolomite yang merupakan batuan pasir berfungsi sebagai penetralisir pH.  Untuk siraman pertama, cobalah campuran air dengan hormon, bakterisid, dan fungisid.  Untuk siraman selanjutnya, silahkan gunakan air biasa.

2.      Teknik penanaman
Alat yang Anda butuhkan dalam menanam sri rejeki adalah; sarung tangan karet, gunting tanaman, pot, media tanah, dan pupuk.  Sarung tangan karet dapat diganti dengan plastik.  Penggunaan sarung tangan cukup penting karena getah Aglaonema dapat saja menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.  Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menanam Aglaonema tentu saja memilih bibit yang baik.  Bibit sri rejeki yang baik berupa tunas yang memiliki beberapa helai daun muda yang baru tumbuh.  Pastikan warna tunas daun tersebut hijau muda segar, bukan hijau muda yang layu.  Jangan lupa juga periksa kondisi perakaran bibit muda Anda.

Jika akar bibit terlalu berantakan, tidak apa untuk memotong / merapikannya dengan gunting tanaman.  Langkah selanjutnya adalah membelah bibit menjadi empat bagian agar Anda memiliki banyak Aglaonema.  Langkah ini opsional, tidak wajib, tapi jika Anda ingin melakukannya maka buat potongan membujur dari bagian batang ke arah akar, membagi dua bibit Anda.  Kemudian, belah lagi tiap potongan sebelumnya sehingga Anda mendapatkan 4 belahan bibit.

Setiap belahan harus memiliki bagian batang dan bonggol yang seimbang.  Isi pot yang telah Anda sediakan dengan media dan pupuk dengan rasio 3:1, campur rata.  Benamkan bibit Anda hingga hanya sedikit pucuk yang terlihat mencuat di permukaan tanah.  Siram bibit dengan air, hingga air mengalir dari lubang-lubag di bawah pot Anda.  Pada minggu-minggu pertama, letakkan pot-pot tersebut di dalam rumah pada tempat yang teduh, misalnya pada ambang jendela
3.      Teknik Pemeliharaan
Tanaman sri rejeki harus dirawat dengan baik dengan penyiraman teratur pagi dan sore. Tanahnya tidak boleh dibiarkan terlalu lembap ataupun mengering.
2.3  Aspek Pemasaran
2.3.1 Segmen Pasar
Target Konsumen adalah Seluruh masyarakat di sekitar SMA Negeri 5 Kendari.


2.3.2 Strategi Pemasaran
Dalam menyukseskan usaha Tanaman hias ini, ada beberapa strategi yang kami gunakan, yaitu :
1.      Menetapkan harga yang relatif murah
2.      Menyediakan tanaman yang subur dan sehat
3.      Tempat penjualan strategis
4.      Memberikan Potongan harga kepada konsumen yang membeli dengan jumlah yang banyak.
2.3.3 Penetapan Harga Jual
Harga Jual tanaman sri rejeki di Pasaran sekitar Rp 40.000,-/bibit, Namun untuk menarik konsumen maka kami menetapkan harga jual sebesar Rp 30.000,-/bibit.
2.3.5 Analisis SWOT
1.      Strengt
Memberikan kualitas yang baik
Menyediakan bibit unggul
           Menyediakan tanaman yang inovatif, bervariasi dan mengikuti trend pasaran
Menyediakan paket penjualan dan penyewaan tanaman hias
Menyediakan jasa dekorasi taman dan pembuatan taman
2.      Weakness
Kurangnya link dengan perusahaan besar akan kurang dikenal oleh masyarakat penggunaan nama di pasaran untuk menarik minat
                     Kurang dalam bentuk financial, modal yang digunakan cukup besar
3.      Opportunity
Peluang usaha yang lain yang dapat dikembangkan selain usaha tanaman hias ini adalah usaha wisata alam, dapat bekerjasama dengan pihak wisata alam. Sebagai investor tanaman.
 Peluang lain yang ditawarkan adalah decoration organizer untuk pembuatan taman atau juga dekarasi taman pernikahan
Penjualan bunga rangkai
4.      4. Threaten
Threaten adalah apa saja yang dapat mengancam dan membahayakan kegiatan usaha. Berikut ini threaten dari usaha tanaman hias.
Pesaing yang memiliki kerjasama dengan perusahaan besar lain
Fasilitas yang harus dipenuhi

2.3.6  Analisis Usaha
1.      Sumber Modal
Sumber Modal dari usaha ini berasal dari Kas kelompok 1

2.      Biaya
Biaya merupakan sejumlah pengorbanan yang harus dikeluarkan untuk memperoleh tanaman sri rejeki siap tanam. Biaya yang diperlukan oleh usaha ini yaitu biaya investasi, biaya tetap, dan biaya tidak tetap.
a.      Biaya Investasi
Paku                                  Rp 5.000,-
Sekop tanah                      Rp 25.000,-
Ember                               Rp 15.000,-
Kos Tangan 5 pasang          Rp 25.000,-

Total                                 Rp 70.000,-
b.      Biaya Tetap
Penyusutan Pertahun sekitar 10%      Rp 8.000,-
Transportasi                                         Rp 10.000,-
Total                                                     Rp 18.000,-


c.       Biaya tidak tetap
Anakan bunga sri rejeki Rp 10.000,-x @60          Rp 600.000,-
Polybag 1 Pack                                                      Rp 10.000,-
Label                                                                     Rp 5.000,-
Sekam                                                                   Rp 10.000,-
Perangsang akar                                                   Rp 5.000,-
Tanah Subur                                                          Rp10.000,-
Total                                                                     Rp 640.000,-

Dengan demikian, total biaya produksi tanaman pucuk merah dengan cara anakan dapat dhitung sebagi berikut :
Total biaya produksi         = biaya tetap + biaya tidak tetap
                                          Rp 18.000,- + Rp 640.000,
                                          =  Rp 658.000,-

3.      Pendapatan dan keuntungan
Pendapatan :
1 tanaman seharga Rp 30.000,-
60 x Rp 30.000,-          Rp 1.800.000,-

Total Keuntungan
Keuntungan = Pendapatan-Total biaya produksi
                       =  Rp 1.800.00,00 – Rp 658.000,00
                        = Rp 1.142.000,-



2.3.7 Analisis Kelayakan Usaha
1.      Break Even Point
BEP      =        
             = 
            =   21.93 tanaman/produksi
Hasil Perhitungan BEP menunjukkan bahwa produsen akan mencapai titik impas apabila dapat menjual 21.93 tanaman/produksi seharga Rp 30.000,-
2.      BIC Ratio
BIC       =
            = 
           =  2.74

Perhitungan BIC ratio ini menunjukkan bahwa dari setiap modal yang diusahakan akan memberikan keuntungan sebesar 2.74 kali lipatnya.
3.      Return Of Investment
ROI                  =  x 100 %
                     =  x 100 %
                      = 1,74 %
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari setiap biaya yang dikeluarkan Rp 100 akan memberikan keuntungan sebesar 1,74.
4.      Pay Back Period (PBP)
Pay Back Period adalah waktu yang diperhitungkan oleh perusahaanuntuk mengembalikan modal yang pernah ditanam.

PDP      =  
              =  
     =  3.68 kali tanaman








BAB III
PENUTUP
Tingkatan usaha yang dibahas dalam proposal merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak dalam bidang penjualan tanaman hias Sri Rejeki. Meskipun usaha ini termasuk usaha kecil dan menengah namun usaha ini telah membuka lapangan kerja di daerah sekitar pemasaran baik itu karyawan tetap maupun pekerja kontrak.Usaha ini ingin mengembangkan usahanya mulai dari peragaman jenis tanaman, peningkatan mutu barang, peningkatan pelayanan, peningkatan cabang toko atau perluasan pasar dan peningkatan promosi. Oleh sebab itu usaha ini membutuhkan modal usaha yang nantinya akan digunakan sebagai pendukung dalam pengembangan usaha. Dengan modal tersebut insyaAllah usaha ini akan memanfaatkan dengan seoptimal mungkin dalam pengembangan dan peningkatan usaha. Dengan peningkatan produktivitas usaha diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak serta dapat bersaing dengan para pesaing. 

Hello Everyone!

Suatu malam di tahun 2021 Ariani sedang gabut dan memikirkan apa yang menyenangkan untuk dilakukan. Kemudian iseng buka browser dan ingat ka...