Kamis, 16 Maret 2017

Laporan Praktikum Biologi - Uji Golongan Darah





LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
“UJI GOLONGAN DARAH”

DISUSUN OLEH:
NAMA  : ARIANI
KELAS : XI MIPA 2

SMA NEGERI 5 KENDARI
TAHUN AJARAN 2016/2017

 

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Darah adalah cairan jaringan yang dialirkan melalui pembuluh darah. Darah terdiri atas sel-sel merah (sel darah putih dan sel darah merah), trombosit (keping darah),dan plasma darah. Ada beberapa sistem penggolongan darah pada manusia, misalnya sistem ABO dan rhesus (Rh). Dasar penggolongan darah adalah adanya aglutinogen (antigen) di dalam sel darah merah dan aglutinin (antibodi) di dalam plasma (serum). Aglutinogen adalah zat yang digumpalkan dan aglutinin adalah zat yang menggumpalkan.
Dr. Landsteiner merupakan penemu sistem ABO. Dalam sistem ABO, ada tidaknya antigen tipe A dan B di dalam sel darah merah menentukan golongan darah seseorang. Sistem tersebut mengelompokkan darah manusia menjadi empat golongan, yaitu, A, B, AB, dan O . Berdasarkan uraian diatas maka yang melatarbelakangi praktikan ini adalah mengetahui teknik uji golongan darah.
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian. Bahan interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsur-unsur padat, yaitu sel darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira 5 liter. Sekitar 55 persennya adalah cairan, sedangkan 45 persen sisanya terdiri atas sel darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sistem penggolongan darah ABO dan rhesus?
2.      Bagaimana cara menguji golongan darah?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui golongan darah sistem ABO dan rhesus seseorang.
2.      Mengetahui cara menguji golongan darah.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut.
Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisisgagal ginjalsyok, dan kematian. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut :
Ø  Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serumdarahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
Ø  Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif.
Ø  Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
Ø  Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Fungsi penggolongan darah manusia sangat besar manfaatnya, yaitu untuk transfusi darah dan membantu penyelidikan tindak kriminal. Penggolongan darah penting dilakukan sebelum transfusi darah karena pencampuran golongan darah yang tidak cocok menyebabkan aglutinasi dan destruksi sel darah merah (Samsuri, 2004).

Untuk menentukan golongan darah pedomannya sebagai berikut:

Genotype
Golongan
Agutinogen
Aglutinin
OO
O
-
anti-A dan anti-B
OA / AA
A
A
anti-B
OB / BB
B
B
anti-A
AB
AB
A dan B
-

Jika darah seseorang yang diuji dicampur dengan serum aglutinin A mengalami penggumpalan, maka kemungkinan golongan darah orang tersebut adalah A atau AB. Jika darah tidak menggumpal, kemungkinan orang tersebut memiliki golongan darah B atau O. Apabila diuji dengan serum aglutinin B terjadi penggumpalan, kemungkinan orang tersebut memiliki golongan darah B atau AB. Akan tetapi jika tidak menggumpal, maka kemungkinan orang tersebut bergolongan darah A atau O.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    Alat dan Bahan
·         Kaca objek (object glass)
·         Blood lancet
·         Pengaduk ( tusuk gigi )
·         Kapas
·         Alkohol 70%
·         Serum anti-A
·         Serum anti-B
·         Serum anti-AB

B.     Cara Kerja

1.      Siapkan kaca objek dan Blood lancet yang sudah dibersihkan dengan alkohol 70%. Setiap anak harus menggunakan kaca objek dan Blood lancet yang berbeda, tidak boleh dipakai secara bergantian.
2.      Barsihkan salah satu jari (biasanya jari tengah) dengan kapas yang dibasahi dengan alkohol 70%. Bersikan juga Blood lancet yang akan digunakan dengan alkohol.
3.      Tusuklah ujung jari tersebut dengan menggunakan Blood lancet, pijat-pijat ujung jari agar darah mudah keluar.
4.      Teteskan pada kaca objek di 2 titik dengan jarak tidak terlalu berdekatan. Bersihkan lagi ujung jari bekas tusukan dengan alkohol  70% agar tidak terkena infeksi.
5.      Teteskan 1 tetes serum anti-A dan anti-B pada masing-masing tetesan darah. Aduk darah yang bercampur serum dengan menggunakan tusuk gigi yang masing-masing berbeda, agar tidak tercampur.
6.      Amati dengan cermat, perhatikan ada atau tidaknya penggumpalan.
7.      Tentukan tipe golongan darah berdasarkan  hasil analisis reaksi penggumpalan. Catat datanya ke dalam tabel.
8.      Setelah praktikum selesai, bersihkan kaca objek dengan sabun, bilaslah denagn air bersih, dan rendam di dalam air panas agar steril.
BAB IV
PEMBAHASAN
  
Golongan darah A                                         Golongan darah B

1.      Ada berapa tipe golongan darah sistem ABO yang dimiliki oleh teman sekelas? Sebutkan tipe golongan darah tersebut
Jawab :
Ada 3, Yaitu A,B, dan O
2.      Tipe golongan darah system ABO manakah yang terbanyak di kelas?
Jawab :
Golongan darah O
3.      Mengapa pada tipe golongan darah O, tidak ada reaksi yang menggumpal. Jelaskan!
Jawab :
Karena golongan darah O tidak memiliki aglutinogen (antigen) yg dapat menyebabkan aglutinasi (penggumpalan), sehingga apabila golongan darah O direaksikan dengan serum anti A, anti B, anti AB maka tidak akan menggumpal.
4.      Mengapa pada tipe golongan darah AB, semua reaksi menggumpal. Jelaskan!
Jawab :
Karena memiliki Aglutinogen A dan B, namun tidak memiliki Aglutinin. Seperti yang kita ketahui pula bahwa aglutinogen (antigen) dapat menyebabkan penggumpalan. Sehingga tipe golongan AB mengalami penggumpalan.

5.      Gambarkan skema transfusi darah pada golongan darah sistem ABO, uraikan penjelasannya.
Penjelasan :
                        Golongan darah A dapat mendonorkan darah kepada A dan AB
                        Golongan darah B dapat mendonorkan darah kepada B dan AB
                        Golongan darah O dapat mendonorkan darah kepada O,A,B,AB
Namun Golongan darah AB hanya dapat mendonorkan darah kepada sesame AB dan tidak  dapat mendonorkan darah kepada golongan darah lainnya.


6.      Apa yang terjadi jika orang yang bergolongan darah AB menerima transfuse darah dari donor yang bergolongan darah A?
Jawab :
Hasilnya akan Sesuai atau tidak terjadi penggumpalan dan tidak terjadi hemolisis. Karena berdasarkan skema Nampak bahwa Golongan darah AB dapat menerima transfuse darah dari semua jenis Golongan darah termasuk A.
7.      Apa yang terjadi jika orang yang bergolongan darah B menerima transfuse darah dari donor yang bergolongan darah O?
Jawab :
Hasilnya akan Sesuai atau tidak terjadi penggumpalan dan tidak terjadi hemolisis. Mengapa? Karena golongan darah O adalah golongan darah yang dapat diterima oleh semua jenis golongan darah termasuk darah golongan B.

8.      Jika seseorang memiliki darah Rh- (Rhesus negatif) mendapatkan transfuse dari donor yang memiliki Rhesus+ (rhesus positif), pada awalnya tidak membahayakan, tetapi transfuse darah Rh+ selanjutnya akan berbahaya. Mengapa?
Jawab :
Karena darah Rh akan segera memproduksi aglutinin anti-RhD dan aglutinin anti-RhD pada resepien yang terbentuk akan bertambah banyak. Dan kasus yang akan terjadi adalah hemolisis, yaitu pecahnya membran eritrosit, sehingga hemoglobin terlepas bebas ke plasma darah. Akibatnya ginjal harusbekerja keras mengeluarkan sisa pecahan sel-sel darah merah tersebut.
9.      Jelaskan akibatnya jika seorang wanita memiliki Rh- mengandung janin dengan darah Rh+!
Jawab :
Akibatnya akan sangat berbahaya. Tubuh ibu akan secara alamiah membentuk zat anti bodi anti-RhD untuk melindungi tubuh ibu sekaligus melawan “benda asing” (antigen RhD darah janin). Akibatnya sel darah merah janin akan pecah dan hancur (hemolisis) dan kondisi inni bisa menyebabkan kematian janin dalam rahin atau jika lahir akan menderita eritoblastosis fetalis.


BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Golongan darah dikelompokkan menjadi 4, yaitu; A, B, O, dan AB. Penetapan penggolongan darah didasarkan pada ada tidaknya antigen sel darah merah A dan B. Individu-individu dengan golongan darah A mempunyai antigen A yang terdapat pada sel darah merah, individu dengan golongan darah B mempunyai antigen B, dan individu dengan golongan darah O tidak mempunyai kedua antigen tersebut.
Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

B.     SARAN
Ketika praktikum golongan darah, penusukan jarum dilaksanakan dengan teliti agar tepat ditengah jari sehingga darah tidak melebar ditengah kuku.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hello Everyone!

Suatu malam di tahun 2021 Ariani sedang gabut dan memikirkan apa yang menyenangkan untuk dilakukan. Kemudian iseng buka browser dan ingat ka...