Jumat, 04 Desember 2015

Makalah Kimia:Perubahan Materi(Kepingan Es batu dan Lilin)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR
PERUBAHAN MATERI


Disusun Oleh :
Ariani        0006892996

PROGRAM MATEMATIKA DAN ILMU ALAM
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 KENDARI
2015/2016

BAB I
PENDAHULUAN
A.    MENGAMATI PERUBAHAN WUJUD MATERI
·         Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
B.     TUJUAN PENGAMATAN
Agar siswa dapat:
1.      Menetukan berbagai jenis perubahan materi pada berbagai jenis zat
2.      Mengamati perubahan fisika dan perubahan kimia
3.      Mengamati dan membandingkan pengaruh suhu terhadap perubahan fisika pada proses mencairnya kepingan es
C.     ALAT DAN BAHAN


Percobaan I
Alat :
1.      Sendok
2.      Spritus/lilin
3.      Stopwatch
Bahan:
1.      Lilin Putih




Percobaan II


Alat:
1.      Gelas plastik
2.      Stopwatch

Bahan:
1.      Potongan Es batu



D.    PROSEDUR KERJA
Percobaan I.I
1.      Siapkan semua alat dan bahan
2.      Nyalakan sumbu lilin dan amati perubahan yang terjadi
3.      Hitung waktu yang dibutuhkan lilin untuk meleleh
Percobaan I.2
1.      Siapkan semua alat dan bahan
2.      Letakkan kepingan-kepingan lilin dalam sendok
3.      Panaskan sendok diatas nyala spritus/lilin hingga seluruh kepingan lilin dalam sendok meleleh
4.      Hitung waktu yang diperlukan hingga semua kepingan lilin dapat meleleh
5.      Diamkan lelehan lilin dalam sendok
6.      Hitung waktu yang diperlukan hingga lelehan lilin kembali mengeras


Percobaan 2.I
1.      Siapkan semua alat dan bahan
2.      Masukkan potongan es batu kedalam gelas plastic
3.      Letakkan dalam suhu ruangan hingga seluruh es mencair
4.      Hitung waktu yang diperlukan hingga seluruh es dalam gelas mencair
Percobaan 2.2
1.      Siapkan semua alat dan bahan
2.      Masukkan potongan es kedalam gelas platik dengan massa sama dengan potongan es pertama
3.      Letakkan gelas ditempat yang mendapat paparan sinar matahari langsung
4.      Hitung waktu yang diperlukan hingga seluruhh es dalam gelas mencair





BAB II
PEMBAHASAN
A.    KAJIAN TEORI
Kimia menekankan pada kajian materi, termasuk komposisi, sifat, struktur, perubahan yang dialaminya, dan hukum yang mengendalikan perubahan tersebut. Materi adalah apapun yang mempunyai massa dan menempati ruang. Setiap benda tidak peduli berapa pun besar atau kecilnya, terdiri atas materi. Sebaliknya cahaya, kalor, dan suara adalah bentuk-bentuk energi. Energi adalah kemampuan untuk menghasilkan perubahan. Bila terjadi perubahan, energi pasti terlibat. dan bila bentuk energi berubah menjadi bentuk lain, ini merupakan bukti bahwa perubahan sedang atau telah terjadi. (David E Goldberg, 2008).
Wujud materi digolongkan menjadi 3 yaitu padat, cair, dan gas. Materi yang berwujud padat adalah materi yang partikelnya rapat sehingga bentuk dan volumenya tetap. Materi daam wujud cair adalah materi yang partikelnya lebih renggang dari zat padat sehingga bentuknya tergantung pada mediumnya sementara volumenya akan tetap dan tidak berubah. Sementara zat gas sendiri adalah materi yang partikelnya tidak beraturan sehingga bentuk dan volumenya tergantung pada mediumnya (Sentot Budi, 2004).
Suatu materi dapat mengalami perubahan, perubahan tersebut disebabkan oleh adanya faktor yang mempegaruhinya. Seperti suhu dan energi, Perubahan suatu materi dapat dibedakan atas perubahan fisika dan perubahan kimia. Kedua jenis perubahan ini sekilas sulit untuk dibedakan dalam kehidupan sehari-hari, namun tentu saja keduanya memiliki sifat dan ciri yang berbeda jauh. Rupakan
Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Misalnya beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim dan mengkristal merupakan perubahan fisika, yaitu: tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah dapat kembali kebentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisik saja. Perubahan fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna berubah.
Perubahan Kimia yaitu suatu proses dimana zat-zat baru yaitu hasil reaksi, terbentuk dari beberapa zat aslinya yang disebut pereaksi. Biasanya suatu perubahan kimia disertai oleh kejadian-kejadian fisis, seperti perubahan warna, pembentukan endapan, timbulnya gas. Contoh perubahan kimia antara lain : nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk, besi berkarat, dan lain-lain. Terdapat beberapa cirri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu : terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia.
B. HASIL PENGAMATAN
Percobaan I.1

Bahan
Waktu
Perubahan Fisika
Perubahan Kimia

Lilin dibakar

1 Menit 5 Detik

Batang Lilin Meleleh

Sumbu Lilin terbakar

Percobaan I.2

Bahan
Waktu meleleh
Waktu Mengeras

Kepingan Lilin

1 Menit 7 Detik

11 Menit 20 Detik

Percobaan 2
Bahan
Perlakuan
Waktu

Kepingan es

Diletakkan dalam suhu ruangan (Normal)

50 Menit

Kepingan es

Mendapat paparan sinar matahari langsung

35 Menit



B.     PEMBAHASAN
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Materi dapat degolongkan menjadi 3 yaitu, padat, cair, dan gas. Sifat perubahan materi dalam ilmu kimia mencakup perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru (perubahan zat sementara). Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat jenis baru (perubahan yang melibatkan reaksi kimia).
1.      Lilin dibakar
Semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktikum disiapkan terlebih dahulu. Nyalakan dan amati nyala lilin tersebut. Dalam pembakaran lilin tersebut terdapat dua perubahan yang terjadi yaitu perubahan fisika dan kimia. Perubahan fisika terjadi pada batangan lilin yang perlahan meleleh ketika dibakar. Sementara perubahn kimia terjadi pada sumbu lilin yang terbakar dan menjadi abu.



2.      Lilin dipanaskan
Lilin yang semula padat, setelah dipanaskan menjadi cair karna susunan partikelnya merenggang akibat kenaikan suhu. Dan setelah didinginkan lelehan lilin akan menjadi padat kembali karna susunan partikelnya kembali menyusut akibat penurunan suhu. Waktu yang diperlukan untuk memadatkan kembali susunan partikel lilin lebih lama dibandingkan dengan waktu yang diperlukan untuk merenggangkan susunan partikel. Sehingga pada proses pelelehan lilin lebih cepat ketimbang proses pengerasannya. Lilin yang semula berwarna putih setelah berubah wujud menjadi cair akan diikuti denga perubahan warna yaitu putih jernih/bening, sementara ketika didinginkan dan dipadatkan kembali, warna lilin akan kembali menjadi putih karena sifat kimia benda dalam fase tertentu tetap sama dan hanya berubah bentuk fisiknya saja.
3.      Kepingan Es
Dua buah kepingan es diletakkan dalam wadah yang sama yaitu gelas plastik, Percobaan ini dilakukan untuk membandingkan waktu yang diperlukan dalam proses mencairnya kepingan Es dalam dua perlakuan yang berbeda. Kepingan es pertama diletakkan dan dibiarkan dalam suhu ruangan (normal). Kemudian kepingan es yang kedua diletakkan dan dibiarkan ditempat yang terkena paparan sinar matahri langsung.
Setelah dibiarkan dalam selang waktu tertentu, kepingan es dalam suhu terbuka dan terkena paparan sinar ternyata dapat mencair lebih cepat dibandingkan dengan kepingan es yang diletakkan didalam ruangan. Hal ini terjadi karna adanya pengaruh suhu yang lebih tinggi pada ruang terbuka sehingga kalor yang diserap  lebih banyak.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Ciri dari perubahan fisika adalah: tidak menghasilkan zat jenis baru, perubahan yang terjadi dapat kembali kebentuk semula, dan hanya diikuti perubahan fisik saja.
2.      Perubahan kimia adalah perubahan yang menhgasilkan zat jenis baru. Ciri dari perubahan kimia adalah: terbentuknya zat jenis baru, perubahan yang terjadi tidak dapat kembali kebentuk semula, dan diikuti oleh reaksi kimia.
3.      Mengumpulkan partikel memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan merenggangkan partikel suatu materi.
4.      Suhu mempengaruhi kecepatan proses mencairkan es. Semakin tinggi suhu, maka akan semakin cepatmelelhkan kepingan es. Hal itu disebabkan karna suhu yang tinggi menyebabkan kalor yang diserap lebih banyak.
B.     SARAN
1.      Pada proses praktikum perlu dilakukan dengan lebih teliti dan cermat, terutama pada saat menghitung waktu dengan menggunkan stopwatch. Karena informasi yang akurat diperlukan untuk menghasilkan simpulan yang tepat pula.
2.      Pada proses Percobaan, harus dilakukan dengan menjaga kebersihan alat serta ruang praktikum. Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan teratur sehingga menghasilkan simpulan yang akurat, dan sesuai serta tidak berbelepotan saat kegiatan praktik berlangsung.



1 komentar:

  1. Bet365 Casino & Promos 2021 - JTM Hub
    Full list of Bet365 Casino & Promos · Up to ventureberg.com/ £100 in Bet Credits septcasino.com for novcasino new customers https://jancasino.com/review/merit-casino/ at www.jtmhub.com bet365. Min deposit £5. Bet Credits available for use upon settlement of bets to value of

    BalasHapus

Hello Everyone!

Suatu malam di tahun 2021 Ariani sedang gabut dan memikirkan apa yang menyenangkan untuk dilakukan. Kemudian iseng buka browser dan ingat ka...