Kamis, 03 Desember 2015

Cerpen Persahabatan

                 “BOBRAL CS”
Karya: Arianii
            Ketika membaca kalimat itu, kalian pasti heran. Kedengarannya seperti sebuah genk perkumpulan di kota-kota metropolitan ya, Itu adalah nama persahabatan kami di sekolah, yang terdiri dari aku, Rifka, Alya, Vanhy, Hany, Vita, Ifa dan Fitri. Kami tidak tau dari mana asal-usulnya semua ini, hingga kami bisa bersama-sama sekarang, padahal kami masih ingat,  beberapa bulan yang lalu, kami tidak saling mengenal secara akrab. Paling hanya sebatas menandai nama saja.
            Kami termasuk kelompok anak yang top di sekolah. Rifka, Ifa, Vanhy, dan Fitri pandai menari. Mereka sudah berulang kali membawakan nama SMPN 1 Harapan Bangsa dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan tari-menari.
 Lalu Hany dan Vita, kami sering menjuluki mereka Duo Ratu Keluyuran. Hampir setiap hari keluar rumah meski hanya sekedar jalan-jalan, jadi bagi anak-anak muda yang tidak mengenalnya, bisa dibilang kuper kali yah. Tapi, bukan hanya hal buruknya saja yang membuat mereka dikenal. Mereka berdua selalu andil dalam mengisi panggung kesenian saat acara 17-an, apa lagi keduanya mahir dalam kesenian Lulo yang selalu dilombakan sebagai salah satu budaya Sulawesi Tenggara.
 Berikutnya Alya, dia tak kalah Ngetrennya juga dibandingkan dengan teman-teman yang lain, dia adalah anak Kepala Sekolah kami. Tapi jika kalian berfikir bahwa ia dikenal karna Ayahnya, kalian sepertinya telah keliru. Alya ahli melakoni cabang olahraga silat.
 Buktinya, Bulan kemarin Dia lah yang terpilih untuk mewakili Kabupaten Kediri dalam O2SN tingkat Provinsi cabang olahraga Silat, kagum juga kami padanya, sebab jika melihat postur tubuhnya, dia lebih cocok menjadi seorang penari balet yang anggun gemulai.
Dan yang terakhir Aku, Aku tidak bisa menari, tidak juga suka keluyuran atau memperagakan Lulo, apa lagi Silat yang jelas bukan minat dan bakatku. Tapi bukan berarti aku tidak terkenal layaknya teman-temanku.
Meskipun aku tidak memiliki semua kemampuan itu, tapi aku langganan juara umum di sekolah, dan juga menjadi siswa yang paling diandalkan dalam kegiatan Ekstrakurikuler. Sampai-sampai aku benar-benar sibuk dengan kegiatanku. Tapi meski semua itu kami miliki, nampaknya kami masih sadar diri. Kami tidak pernah merasa bangga dengan kelebihan kami, apa lagi menganggap remeh anak-anak yang  lain.
            Namun yang membuat kami bingung, banyak kudengar cerita-cerita buruk tentang kami. Awalnya kami tidak menggubrishnya, tapi lama-kelamaan kami merasa risih. Bebarapa hari setelah itu, aku sendiri dan teman-temanku yang membuktikannya secara langsung.
            Waktu itu, Aku, Ifa, dan Hany hendak ke kantin, tanpa sengaja kami mendengar perbincangan Nayma, Fatin, Cika, dan Fida tentang kami. Mereka sedang menggunjingi kami.
“Kalian Ngerasa nggak, sekarang Ayrin banyak berubah?”
Seketika aku berhenti di depan kelas saat merasa namaku disebut. Lewat celah pintu, aku mencoba mencari tahu sumber suara itu.
“Iya, aku pun merasa hal yang sama. Dulu ia pendiam, polos, kalem, dan tidak banyak tingkah. Tapi sekarang dia sepertinya telah berubah 97 Derajat semenjak selalu bergabung dengan Rifka CS” Aku terdiam. Rasanya sakit sekali hati ini mendengar tutur Cika barusan.
            Tanpa menghiraukan kedua temanku, aku berlalu menuju kelas
“Benarkah? Apa selama ini seperti itu penilaian mereka tentangku?” tanyaku pada diri sendiri merasa sedih.-_-
            Bukan hanya itu, pernah juga ku dengar Crysnha dan Naura menceritai kami pula. Ketika kuceritakan semua itu pada Rifka dan Kawan-kawan, hampir saja mereka melabrak, tapi kami berhasil menahannya.
“Sabar Rif, kamu enggak perlu dengarin semua itu” ucap Hany mencoba meredam emosi Rifka. Rifka memang Sahabat kami yang paling cepat naik sengsi. Dia sangat kessal bila ada yang mencoba mengganggu persahabatannya.
            Tapi alasan yang mungkin adalah, karna memang sebagian dari kami memiliki sifat yang tidak baik. Misal Rifka dan Alya, sudah beberapa kali mereka membuat kasus pelanggaran tatib di sekolah hingga disurati orang tuanya. Mungkin anak-anak lain yang tidak bergabung dengan kami beranggapan bahwa kami hanyalah sebuah perkumpulan genk anak nakal. Tapi menurut kami tidak.
0*0*0*0
            Beberapa bulan berlalu, hal-hal buruk itu mulai hilang dengan sendirinya. Mungkin mereka semua sudah bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada kami. Namun masalah baru mulai muncul, akhir-akhir ini sering sekali kami tidak akur hingga berulang kali terjadi Missing Comunication. Tapi kami masih bisa mengatasinya. Tapi belakangan, hal yang tidak kami duga tiba-tiba terjadi. Vanhy, Fitri, dan Alya memutuskan untuk mengambil haluan Separatis.
“Kenapa?” tanyaku padanya
“Bukan apa-apa, kami merasa tidak bisa bertahan lagi. Setiap kali kami enggak gabung sama kalian, pasti Rifka selalu menyalahkan kami kan. Padahal kalau kami enggak gabung bukan berarti kami tidak mau bersama kalian” Vanhy berterus-terang padaku.
Secara pribadi sendiri aku belum rela, tapi mau diapakan lagi. Kami berlima hanya mengiyakan saja keinginan mereka.
Tapi diam-diam, Aku, Rifka, Ifa, Vita dan Hany merasa bahwa semua ini terjadi bukan hanya karna konflik yang selalu muncul diantara kami. Tapi karna kehadiran orang ke-9 yang tidak kami harapkan. Semenjak memasuki arena kelas IX, Vanhy CS lebih banyak bersama Dia, mentang-mentang mereka satu kelas. Awalanya Kami tidak mempermasalahkan itu, tapi lama-kelamaan kami merasa risih karna Vanhy dan Fitri benar-benar jarang bersama kami lagi. Kami merasa Dia telah mencuri Sahabat kami sepenuhnya.
            Kami berlima tidak bermaksud menyalahkan Cika, kami tau dia tidak bermaksud seburuk itu.
Namun yang membuat kami kesal dan benci padanya, dia sedikitpun tidak merasa salah. Apa dia tidak berpikir, dia masuk tanpa diundang, lalu setiap BOBRAL CS punya acara pribadi, dia juga selalu ikut-ikutan, dia terlalu merasa akrab, padahal kami tidak mungkin bisa menerima dia begitu saja jika kami mengingat-ingat suasana beberapa bulan yang lalu. Dulu ketika persahabatan kami awal terbentuk, Cika adalah salah satu orang yang rajin menceritai kami, lalu mengkritik dan memandang buruk kami.
“Benarkan kataku dulu, Roda itu berputar. Tidak selamanya yang diam itu baik, dan tidak selamanya yang ribut seperti kita itu buruk. Coba saja lihat Cika sekarang, dulu ia selalu menjelek-jelekkan image kita. Katanya kita beginilah, suka pacaran lah, suka keluyuranlah, tapi sekarang apa? Malah dial ah yang seperti itu” Rifka seperti biasa paling emosi dengan Cika
“Iya tuh, memangnya sekarang dia yang terindah. Hampir setiap hari ia keluar rumah, padahal dia kan tidak ikut kegiatan apapun. Kemana coba perginya kalau tidak keluyuran” sambung ku ikut kesal
            Sejak saat itu, kami tidak akur lagi dengan Cika. Memang sih bukan hanya dia yang selalu mencemooh kami. Tapi hanya dia lah yang paling banyak tingkah sekarang. Tiap minggu pun selalu ada gosip terbaru tentangnya. Apa lagi sejak kami merasa dia adalah faktor utama yang memicu hancurnya persahabatan kami.Hingga beberapa minggu, semuanya tetap berlalu seperti itu.
Hari itu hari ulang tahun Vanhy. Pecahan BOBRAL CS Turut diundang pula. Nampaknya orang ke-9 juga hadir bersama teman kelasnya yang lain. Mungkin hari itu untuk pertama kalinya BOBRAL CS berkumpul secara lengkap, kami asyik bercanda sambil menikmati cemilan yang disiapkan Keluarga Vanhy. Tiba-tiba Cika melangkah mendekat kearah kami.
Kami bingung untuk apa dia menghampiri kami, anak-anak yang melihatnya pun ikut diam
“Mau ngapain dia kemari?” bisik Vita
“Entahlah, Kita lihat saja” Balas Ifa
Rasa benci kami memang sudah tidak meluap-luap seperti beberapa bulan lalu, hanya tersisa keping-keping kekesalan kami saja.
“Rifka, Ayrin, Vita, Hany, Ifa, Alya, Fitri, Vanhy, Aku minta maaf kalau selama ini kalian menganggap aku sebagai pengrusak diantara kalian, maaf juga kalau dulu Aku dan Kawan-kawanku suka menceritai kalian, sekali lagi maaf ya” Cika berkata agak pelan.
Kami hanya terbengong-bengong saat mendengar tuturan Cika, kami tidak menyangka ia akan berbuat sejauh ini.
            Yang kudengar, masalah kami dengan Cika sudah sampai di guru BP. Mungkin saja ia meminta maaf karna tidak ingin masalah ini diperpanjang. Entahlah, itu hanya opiniku saja.
“Iya, Kami semua maafin kamu Cik, kita juga minta maaf kalau selama ini membenci kamu” Rifka yang pertama kali menanggapi saat kami masih sibuk dengan keheranan masing-masing.
“Makasih ya” Cika tersenyum pada kami
Kami membalasnya dengan senyuman pula, tapi senyuman rasa cuka. Kecut
            Ia menyalami kami satu-persatu, anak-anak yang ada saat itu terpana melihat adegan ini. Cika? Minta maaf? Setauku dan juga setau teman sekolahan, Cika tipe yang tidak mau mengalah, sekalipun ia salah.
            Sepulang dari rumah Vanhy, kami tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Ku rasa ada yang aneh.
“Rif, benar, kita mau maafin dia?” aku langsung saja melontarkan pertanyaanku ketika tersisa kami berdelapan di halaman Vanhy.






“Yah, Enggaklah Rin. Enggak mungkin gue bisa maafin dia dalam waktu yang dekat ini” Rifka ternyata sama saja dengan jalan Pikiranku
“Syukurlah Rif, aku kira tadi kamu benar-benar maafin Dia” Ifa menghela nafas lega
“Kita berdua udah tau maksud Cika. Dia tuh Cuma pura-pura minta maaf kok. Waktu itu aku sama Rifka enggak sengaja lihat dia masuk di Ruang BP, trus dia ngaduin kita semua sama Pak Sarno, tapi ujungnya dia juga yang diharuskan minta maaf sama kita. Yang aku dengar, kalau kita enggak damai sama dia, Kita bakal dipanggil ke Ruang BP juga.” Terang Alya panjang lebar.
“Wah, Gaswat tuh sih Cika, berani banget dia ngelapor ke BP. Untung loe Berdua berhasil nguping. Kalau kagak, kita hampir aja dihabisin sama Pak SarnoF” Komentar Vita.
“Iya, Tuh. Diborongin aja, emangnya dia bisa lawan kita. Bodynya aja Cuma segituD” Hany Juga menyumbang komentar.
“Udahlah, Lupain aja. Yang  penting, Chasingnya kita udah maafin Dia” Vanhy mencoba menyelasaikan Masalah.
Hari itu, kami bukannya memaafkan Cika. Kami malah tambah kesal padanya. Dan hari tiu BOBRAL CS utuh kembali tannpa gangguan orang ke-9 ..
Terimah Kasih TUHAN ..(J

Terimah kasih telah membaca, saran & kriktik silahkan di poskan.                                       A                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hello Everyone!

Suatu malam di tahun 2021 Ariani sedang gabut dan memikirkan apa yang menyenangkan untuk dilakukan. Kemudian iseng buka browser dan ingat ka...