“BOBRAL CS”
Karya: Arianii
Ketika
membaca kalimat itu, kalian pasti heran. Kedengarannya seperti sebuah genk
perkumpulan di kota-kota metropolitan ya, Itu adalah nama persahabatan kami di
sekolah, yang terdiri dari aku, Rifka, Alya, Vanhy, Hany, Vita, Ifa dan Fitri.
Kami tidak tau dari mana asal-usulnya semua ini, hingga kami bisa bersama-sama
sekarang, padahal kami masih ingat,
beberapa bulan yang lalu, kami tidak saling mengenal secara akrab.
Paling hanya sebatas menandai nama saja.
Kami
termasuk kelompok anak yang top di sekolah. Rifka, Ifa, Vanhy, dan Fitri pandai
menari. Mereka sudah berulang kali membawakan nama SMPN 1 Harapan Bangsa dalam
kegiatan-kegiatan yang melibatkan tari-menari.
Lalu Hany dan Vita, kami sering menjuluki
mereka Duo Ratu Keluyuran. Hampir setiap hari keluar rumah meski hanya sekedar
jalan-jalan, jadi bagi anak-anak muda yang tidak mengenalnya, bisa dibilang
kuper kali yah. Tapi, bukan hanya hal buruknya saja yang membuat mereka
dikenal. Mereka berdua selalu andil dalam mengisi panggung kesenian saat acara
17-an, apa lagi keduanya mahir dalam kesenian Lulo yang selalu dilombakan
sebagai salah satu budaya Sulawesi Tenggara.
Berikutnya Alya, dia tak kalah Ngetrennya juga
dibandingkan dengan teman-teman yang lain, dia adalah anak Kepala Sekolah kami.
Tapi jika kalian berfikir bahwa ia dikenal karna Ayahnya, kalian sepertinya
telah keliru. Alya ahli melakoni cabang olahraga silat.
Buktinya, Bulan kemarin Dia lah yang terpilih
untuk mewakili Kabupaten Kediri dalam O2SN tingkat Provinsi cabang olahraga
Silat, kagum juga kami padanya, sebab jika melihat postur tubuhnya, dia lebih
cocok menjadi seorang penari balet yang anggun gemulai.
Dan yang
terakhir Aku, Aku tidak bisa menari, tidak juga suka keluyuran atau
memperagakan Lulo, apa lagi Silat yang jelas bukan minat dan bakatku. Tapi
bukan berarti aku tidak terkenal layaknya teman-temanku.
Meskipun aku
tidak memiliki semua kemampuan itu, tapi aku langganan juara umum di sekolah,
dan juga menjadi siswa yang paling diandalkan dalam kegiatan Ekstrakurikuler.
Sampai-sampai aku benar-benar sibuk dengan kegiatanku. Tapi meski semua itu
kami miliki, nampaknya kami masih sadar diri. Kami tidak pernah merasa bangga
dengan kelebihan kami, apa lagi menganggap remeh anak-anak yang lain.
Namun
yang membuat kami bingung, banyak kudengar cerita-cerita buruk tentang kami.
Awalnya kami tidak menggubrishnya, tapi lama-kelamaan kami merasa risih.
Bebarapa hari setelah itu, aku sendiri dan teman-temanku yang membuktikannya
secara langsung.
Waktu itu, Aku, Ifa, dan Hany hendak
ke kantin, tanpa sengaja kami mendengar perbincangan Nayma, Fatin, Cika, dan
Fida tentang kami. Mereka sedang menggunjingi kami.
“Kalian Ngerasa nggak, sekarang Ayrin
banyak berubah?”
Seketika aku berhenti di depan kelas
saat merasa namaku disebut. Lewat celah pintu, aku mencoba mencari tahu sumber
suara itu.
“Iya, aku pun merasa hal yang sama. Dulu
ia pendiam, polos, kalem, dan tidak banyak tingkah. Tapi sekarang dia sepertinya
telah berubah 97 Derajat semenjak selalu bergabung dengan Rifka CS” Aku
terdiam. Rasanya sakit sekali hati ini mendengar tutur Cika barusan.
Tanpa
menghiraukan kedua temanku, aku berlalu menuju kelas
“Benarkah? Apa selama ini seperti itu
penilaian mereka tentangku?” tanyaku pada diri sendiri merasa sedih.-_-
Bukan
hanya itu, pernah juga ku dengar Crysnha dan Naura menceritai kami pula. Ketika
kuceritakan semua itu pada Rifka dan Kawan-kawan, hampir saja mereka melabrak,
tapi kami berhasil menahannya.
“Sabar Rif, kamu enggak perlu dengarin
semua itu” ucap Hany mencoba meredam emosi Rifka. Rifka memang Sahabat kami
yang paling cepat naik sengsi. Dia sangat kessal bila ada yang mencoba mengganggu
persahabatannya.
Tapi
alasan yang mungkin adalah, karna memang sebagian dari kami memiliki sifat yang
tidak baik. Misal Rifka dan Alya, sudah beberapa kali mereka membuat kasus
pelanggaran tatib di sekolah hingga disurati orang tuanya. Mungkin anak-anak
lain yang tidak bergabung dengan kami beranggapan bahwa kami hanyalah sebuah
perkumpulan genk anak nakal. Tapi menurut kami tidak.
0*0*0*0
Beberapa
bulan berlalu, hal-hal buruk itu mulai hilang dengan sendirinya. Mungkin mereka
semua sudah bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada kami. Namun
masalah baru mulai muncul, akhir-akhir ini sering sekali kami tidak akur hingga
berulang kali terjadi Missing
Comunication. Tapi kami masih bisa mengatasinya. Tapi belakangan, hal yang
tidak kami duga tiba-tiba terjadi. Vanhy, Fitri, dan Alya memutuskan untuk
mengambil haluan Separatis.
“Kenapa?” tanyaku padanya
“Bukan apa-apa, kami merasa tidak bisa
bertahan lagi. Setiap kali kami enggak gabung sama kalian, pasti Rifka selalu
menyalahkan kami kan. Padahal kalau kami enggak gabung bukan berarti kami tidak
mau bersama kalian” Vanhy berterus-terang padaku.
Secara pribadi sendiri aku belum rela,
tapi mau diapakan lagi. Kami berlima hanya mengiyakan saja keinginan mereka.
Tapi diam-diam,
Aku, Rifka, Ifa, Vita dan Hany merasa bahwa semua ini terjadi bukan hanya karna
konflik yang selalu muncul diantara kami. Tapi karna kehadiran orang ke-9 yang
tidak kami harapkan. Semenjak memasuki arena kelas IX, Vanhy CS lebih banyak
bersama Dia, mentang-mentang mereka satu kelas. Awalanya Kami tidak
mempermasalahkan itu, tapi lama-kelamaan kami merasa risih karna Vanhy dan
Fitri benar-benar jarang bersama kami lagi. Kami merasa Dia telah mencuri
Sahabat kami sepenuhnya.
Kami
berlima tidak bermaksud menyalahkan Cika, kami tau dia tidak bermaksud seburuk
itu.
Namun yang
membuat kami kesal dan benci padanya, dia sedikitpun tidak merasa salah. Apa
dia tidak berpikir, dia masuk tanpa diundang, lalu setiap BOBRAL CS punya acara
pribadi, dia juga selalu ikut-ikutan, dia terlalu merasa akrab, padahal kami tidak
mungkin bisa menerima dia begitu saja jika kami mengingat-ingat suasana
beberapa bulan yang lalu. Dulu ketika persahabatan kami awal terbentuk, Cika
adalah salah satu orang yang rajin menceritai kami, lalu mengkritik dan
memandang buruk kami.
“Benarkan kataku dulu, Roda itu
berputar. Tidak selamanya yang diam itu baik, dan tidak selamanya yang ribut
seperti kita itu buruk. Coba saja lihat Cika sekarang, dulu ia selalu
menjelek-jelekkan image kita. Katanya
kita beginilah, suka pacaran lah, suka keluyuranlah, tapi sekarang apa? Malah
dial ah yang seperti itu” Rifka seperti biasa paling emosi dengan Cika
“Iya tuh, memangnya sekarang dia yang
terindah. Hampir setiap hari ia keluar rumah, padahal dia kan tidak ikut
kegiatan apapun. Kemana coba perginya kalau tidak keluyuran” sambung ku ikut
kesal
Sejak
saat itu, kami tidak akur lagi dengan Cika. Memang sih bukan hanya dia yang
selalu mencemooh kami. Tapi hanya dia lah yang paling banyak tingkah sekarang.
Tiap minggu pun selalu ada gosip terbaru tentangnya. Apa lagi sejak kami merasa
dia adalah faktor utama yang memicu hancurnya persahabatan kami.Hingga beberapa
minggu, semuanya tetap berlalu seperti itu.
Hari itu hari
ulang tahun Vanhy. Pecahan BOBRAL CS Turut diundang pula. Nampaknya orang ke-9
juga hadir bersama teman kelasnya yang lain. Mungkin hari itu untuk pertama
kalinya BOBRAL CS berkumpul secara lengkap, kami asyik bercanda sambil
menikmati cemilan yang disiapkan Keluarga Vanhy. Tiba-tiba Cika melangkah
mendekat kearah kami.
Kami bingung untuk apa dia menghampiri
kami, anak-anak yang melihatnya pun ikut diam
“Mau ngapain dia kemari?” bisik Vita
“Entahlah, Kita lihat saja” Balas Ifa
Rasa benci kami
memang sudah tidak meluap-luap seperti beberapa bulan lalu, hanya tersisa keping-keping
kekesalan kami saja.
“Rifka, Ayrin, Vita, Hany, Ifa, Alya,
Fitri, Vanhy, Aku minta maaf kalau selama ini kalian menganggap aku sebagai
pengrusak diantara kalian, maaf juga kalau dulu Aku dan Kawan-kawanku suka
menceritai kalian, sekali lagi maaf ya” Cika berkata agak pelan.
Kami hanya terbengong-bengong saat
mendengar tuturan Cika, kami tidak menyangka ia akan berbuat sejauh ini.
Yang
kudengar, masalah kami dengan Cika sudah sampai di guru BP. Mungkin saja ia
meminta maaf karna tidak ingin masalah ini diperpanjang. Entahlah, itu hanya
opiniku saja.
“Iya, Kami semua maafin kamu Cik, kita
juga minta maaf kalau selama ini membenci kamu” Rifka yang pertama kali
menanggapi saat kami masih sibuk dengan keheranan masing-masing.
“Makasih ya” Cika tersenyum pada kami
Kami membalasnya dengan senyuman pula,
tapi senyuman rasa cuka. Kecut
Ia
menyalami kami satu-persatu, anak-anak yang ada saat itu terpana melihat adegan
ini. Cika? Minta maaf? Setauku dan juga setau teman sekolahan, Cika tipe yang
tidak mau mengalah, sekalipun ia salah.
Sepulang
dari rumah Vanhy, kami tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Ku rasa
ada yang aneh.
“Rif, benar, kita mau maafin dia?” aku
langsung saja melontarkan pertanyaanku ketika tersisa kami berdelapan di
halaman Vanhy.
“Yah, Enggaklah Rin. Enggak mungkin gue
bisa maafin dia dalam waktu yang dekat ini” Rifka ternyata sama saja dengan
jalan Pikiranku
“Syukurlah Rif, aku kira tadi kamu
benar-benar maafin Dia” Ifa menghela nafas lega
“Kita berdua udah tau maksud Cika. Dia
tuh Cuma pura-pura minta maaf kok. Waktu itu aku sama Rifka enggak sengaja
lihat dia masuk di Ruang BP, trus dia ngaduin kita semua sama Pak Sarno, tapi
ujungnya dia juga yang diharuskan minta maaf sama kita. Yang aku dengar, kalau
kita enggak damai sama dia, Kita bakal dipanggil ke Ruang BP juga.” Terang Alya
panjang lebar.
“Wah, Gaswat tuh sih Cika, berani banget
dia ngelapor ke BP. Untung loe Berdua berhasil nguping. Kalau kagak, kita hampir
aja dihabisin sama Pak SarnoF” Komentar Vita.
“Iya, Tuh. Diborongin aja, emangnya dia
bisa lawan kita. Bodynya aja Cuma segituD”
Hany Juga menyumbang komentar.
“Udahlah, Lupain aja. Yang penting, Chasingnya kita udah maafin Dia”
Vanhy mencoba menyelasaikan Masalah.
Hari itu, kami bukannya memaafkan Cika.
Kami malah tambah kesal padanya. Dan hari tiu BOBRAL CS utuh kembali tannpa
gangguan orang ke-9 ..
Terimah Kasih TUHAN ..(J
Terimah kasih telah membaca, saran &
kriktik silahkan di poskan. A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar